Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

12 Agu 2023

+22 Tips Parenting Mengasuh Anak Ideas


+22 Tips Parenting Mengasuh Anak Ideas. Pastikan siapapun yang mengasuh anak menerapkan cara mendisiplinkan yang sama. Web masih banyak lagi manfaat dari penerapan pola asuh jenis ini:

Kesabaran Anda Habis saat Mengasuh Anak? Waspadai Tanda Stress Parenting!
Kesabaran Anda Habis saat Mengasuh Anak? Waspadai Tanda Stress Parenting! from www.sehatq.com

Sebelum mengetahui tips mengasuh anak generasi alpha, kamu perlu paham terlebih dahulu mengenai karakteristiknya. Di masa pandemi ini, cara. Web tetapi beberapa praktik pengasuhan yang jadi andalan orang tua di negara lain, bisa juga lho, jadi inspirasi kita.

19 Jul 2023

Review Of Tips Parenting Anak Ideas


Review Of Tips Parenting Anak Ideas. Orang tua perlu cermat dalam. Web berikut 12 tips parenting ala nikita willy yang bisa jadi inspirasi.

Komunikasi efektif pada anak Parenting knowledge, Smart parenting
Komunikasi efektif pada anak Parenting knowledge, Smart parenting from www.pinterest.com

Sebelum melahirkan, niki dan indra sudah menyepakati metode parenting yang digunakan dan. Web namun, dibandingkan dengan khawatir dan marah kepada anak, alangkah baiknya jika orang tua bisa meringankan beban pikiran anak. Web 12 tips cara mendidik anak bagi ibu yang bekerja 1.

10 Jun 2023

+22 Tips Parenting Anak Usia 2 Tahun Ideas


+22 Tips Parenting Anak Usia 2 Tahun Ideas. Web pasalnya, di usia ini otak anak sedang aktif menyerap banyak hal yang ia lihat dan dengar di sekitarnya. Menurut saya itu hal yang sangat wajar karena.

PERKEMBANGAN ANAK UMUR 2 TAHUN Apakata Mommy
PERKEMBANGAN ANAK UMUR 2 TAHUN Apakata Mommy from www.apakatamommy.com

Cara mendidik anak agar berani yang keempat adalah jangan mengekang anak, usia 2 tahun merupakan usia emas di mana si anak sedang. Meski sulit, menyapih tetap harus dilakukan. Web pada usia 2 tahun, anda pun dapat mengajari anak tips dasar saat berada di dapur.

3 Jan 2023

Tips Mengasuh Anak Usia Dini Yang Perlu Anda Perhatikan

Mengasuh anak pada usia dini atau sering disebut juga dengan Balita ( Bayi di bawah 5 tahun ) merupakan tantangan tersendiri, apalagi buat pasangan baru menikah atau yang baru memiliki momongan. Masa masa ini merupakan masa yang sangat penting buat pertumbuhan dan kecerdasan si buah hati. Jadi sebagai orang tua, kita harus benar benar memperhatikan dan mempersiapkannya dengan matang.

Tips Mengasuh Anak Usia Dini
Tips Mengasuh Anak Usia Dini


Berikut ini merupakan tips merawat balita atau bayi dibawah 5  tahun. Dimulai dengan masa melahirkan sampai usia 3 bulan hingga nanti menginjak usia 5 tahun.


1. Tips melahirkan dan merawat bayi hingga usia 3 bulan

Melahirkan dan merawat bayi merupakan tanggung jawab yang besar bagi setiap orang tua. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membantu bunda dalam melahirkan dan merawat bayi hingga usia 3 bulan:


  1. Persiapkan diri sebelum melahirkan. Bunda disarankan untuk mempersiapkan diri sebelum melahirkan dengan cara memahami proses persalinan, mengikuti kelas persiapan melahirkan, dan mempersiapkan diri secara mental dan fisik.
  2. Mintalah bantuan dari orang terdekat. Saat melahirkan dan merawat bayi, bunda akan membutuhkan bantuan dari orang terdekat seperti suami atau orang tua. Bunda bisa meminta bantuan mereka untuk membantu merawat bayi serta menjalani kegiatan rumah tangga.
  3. Berikan ASI eksklusif. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dibawah 1 tahun. Selain mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, ASI juga memiliki sifat antibakteri yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit. Bunda disarankan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya.
  4. Jadikan bayi sebagai bagian dari kegiatan rumah tangga. Bunda bisa mengajak bayi untuk ikut serta dalam kegiatan rumah tangga seperti membersihkan rumah atau memasak. Hal ini akan membantu bayi untuk terbiasa dengan suasana rumah dan merasakan kebahagiaan akan keberhasilan.
  5. Perlakukan bayi dengan lembut. Bayi merupakan manusia yang sangat lemah dan sensitif. Bunda harus memperlakukan bayi dengan lembut dan hati-hati agar tidak merasa tersakiti atau tertekan.
  6. Buat suasana yang tenang dan nyaman. Bayi merupakan manusia yang sangat rentan terhadap suara dan kebisingan. Bunda harus memastikan suasana di rumah tetap tenang dan nyaman agar bayi merasa aman dan nyaman.
  7. Ajarkan kebiasaan kebersihan diri. Bunda bisa membantu bayi untuk memahami pentingnya kebersihan diri dengan memberikan contoh langsung dan mengajari bayi tentang cara mencuci tangan yang benar serta menyediakan air bersih dan sabun yang mudah dijangkau.
Setelah melalui masa-masa ini yaitu masa 3 bulan pertama, maka memasuki masa yang ke 2 yaitu masa bayi hingga berusia 1 tahun.


2. Tips mengasuh balita dibawah 1 tahun


Mengasuh anak yang masih dibawah 1 tahun merupakan tantangan tersendiri bagi setiap orang tua. Pada usia ini, anak membutuhkan perhatian dan dukungan yang besar dari orang tua untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengasuh anak dibawah 1 tahun:


  • Berikan ASI eksklusif. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dibawah 1 tahun. Selain mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, ASI juga memiliki sifat antibakteri yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit. Bunda disarankan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya.
  • Berikan makanan pendamping ASI yang tepat. Setelah bayi berusia 6 bulan, bunda bisa mulai memberikan makanan pendamping ASI seperti buah-buahan, sayuran, dan bahan-bahan lainnya yang dihancurkan atau diblender halus. Bunda harus memperhatikan agar makanan yang diberikan tidak mengandung bahan pengawet atau pewarna sintetis.
  • Perlakukan bayi dengan lembut. Bayi merupakan manusia yang sangat lemah dan sensitif. Bunda harus memperlakukan bayi dengan lembut dan hati-hati agar tidak merasa tersakiti atau tertekan.
  • Jadikan bayi sebagai bagian dari kegiatan rumah tangga. Bunda bisa mengajak bayi untuk ikut serta dalam kegiatan rumah tangga seperti membersihkan rumah atau memasak. Hal ini akan membantu bayi untuk terbiasa dengan suasana rumah dan merasakan kebahagiaan akan keberhasilan.
  • Buat suasana yang tenang dan nyaman. Bayi merupakan manusia yang sangat rentan terhadap suara dan kebisingan. Bunda harus memastikan suasana di rumah tetap tenang dan nyaman agar bayi merasa aman dan nyaman.
  • Ajarkan kebiasaan kebersihan diri. Bunda bisa membantu bayi untuk memahami pentingnya kebersihan diri dengan memberikan contoh langsung dan mengajari bayi tentang cara mencuci tangan yang benar serta menyediakan air bersih dan sabun yang mudah dijangkau.

Semoga tips di atas dapat membantu bunda dalam mengasuh anak yang masih dibawah 1 tahun.


3. Tips mengasuh bayi usia 1 Tahun

Membesarkan dan mengasuh balita merupakan tanggung jawab yang besar bagi setiap orang tua. Pada usia 1 tahun, anak mulai terbuka dengan dunia di sekitarnya dan membutuhkan banyak perhatian dan dukungan dari orang tua. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengasuh balita 1 tahun:

  1. Berikan makanan yang sehat dan bergizi. Anak-anak pada usia ini membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Bunda bisa menyajikan makanan yang sehat dan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, dan protein hewani atau nabati.
  2. Ajarkan kebiasaan kebersihan diri. Bunda bisa membantu anak untuk memahami pentingnya kebersihan diri dengan memberikan contoh langsung dan mengajari anak tentang cara mencuci tangan yang benar serta menyediakan air bersih dan sabun yang mudah dijangkau.
  3. Jadikan anak sebagai bagian dari kegiatan rumah tangga. Anak-anak pada usia ini sudah mampu membantu kegiatan rumah tangga kecil seperti mengemas mainan atau membantu menyapu lantai. Hal ini akan membantu anak untuk belajar menjadi mandiri serta merasakan kepuasan akan keberhasilan.
  4. Ajarkan pola tidur yang teratur. Anak-anak pada usia ini membutuhkan waktu tidur yang cukup dan teratur agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Bunda bisa membantu menciptakan suasana yang tenang dan nyaman sebelum tidur dengan mematikan televisi dan gadget serta membaca cerita atau menyanyikan lagu-lagu untuk menenangkan anak.
  5. Ajak anak untuk bermain di luar ruangan. Anak-anak pada usia ini sangat menyukai kegiatan yang menyenangkan seperti bermain di taman atau di lapangan. Bunda bisa mengajak anak untuk bermain di luar ruangan agar dapat merasakan sensasi bermain di alam terbuka serta mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  6. Jadikan anak sebagai bagian dari keluarga. Anak-anak pada usia ini membutuhkan banyak perhatian dan dukungan dari orang tua. Bunda bisa mengajak anak untuk ikut serta dalam kegiatan keluarga seperti berbelanja contohnya.

4. Cara dan tips merawat bayi usia 1-3 tahun

Merawat bayi usia 1-3 tahun merupakan tahap penting dalam perkembangan anak. Pada usia ini, anak mulai terbuka dengan dunia di sekitarnya dan membutuhkan banyak perhatian dan dukungan dari orang tua. Berikut ini beberapa cara dan tips yang bisa dilakukan untuk merawat bayi usia 1-3 tahun:

  1. Berikan makanan yang sehat dan bergizi. Anak-anak pada usia ini membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Bunda bisa menyajikan makanan yang sehat dan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, dan protein hewani atau nabati.
  2. Ajak anak untuk bermain di luar ruangan. Anak-anak pada usia ini sangat menyukai kegiatan yang menyenangkan seperti bermain di taman atau di lapangan. Bunda bisa mengajak anak untuk bermain di luar ruangan agar dapat merasakan sensasi bermain di alam terbuka serta mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  3. Ajarkan pola tidur yang teratur. Anak-anak pada usia ini membutuhkan waktu tidur yang cukup dan teratur agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Bunda bisa membantu menciptakan suasana yang tenang dan nyaman sebelum tidur dengan mematikan televisi dan gadget serta membaca cerita atau menyanyikan lagu-lagu untuk menenangkan anak.
  4. Jadikan anak sebagai bagian dari kegiatan rumah tangga. Anak-anak pada usia ini sudah mampu membantu kegiatan rumah tangga kecil seperti mengemas mainan atau membantu menyapu lantai. Hal ini akan membantu anak untuk belajar menjadi mandiri serta merasakan kepuasan akan keberhasilan.
  5. Ajarkan kebiasaan kebersihan diri. Bunda bisa membantu anak untuk memahami pentingnya kebersihan diri dengan memberikan contoh langsung dan mengajari anak tentang cara mencuci tangan yang benar serta menyediakan air bersih dan sabun yang mudah dijangkau.
  6. Beri cukup waktu untuk bermain. Anak-anak pada usia ini sangat suka bermain dan mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Bunda harus memberikan cukup waktu kepada anak untuk bermain agar dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan diri si anak.
Demikianlah tips merawat bayi usia dini yaitu usia 1 sampai 3 tahun yang sangat penting bagi buah hati Anda. Jika bunda ada tips yang lain, silahkan tulis di kolom komentar agar saling melengkapi lagi.

2 Sep 2017

Anaku maafkan ketidaktahuan Ibu

Renungan buat ibu-ibu muda yang baru memiliki momongan ini sangat menyentuh hati, silahkan disimak dan ambilah hikmahnya...

Foto ini diambil sekitar 2 tahun yang lalu. Saat usia rei baru hitungan bulan.

Waktu itu seorang teman di grup dengan sengaja berkomentar, "Jangan dikasih TV dong, kasian.. Anak umur segitu ga bagus kalau kena tv dan gadget."

Lalu apa tanggapan saya?

Sebagai ibu muda dengan tingkat emosi yang masih suka meledak-ledak, saya gak terima. Sebagai ibu muda yang sedang berjuang dengan status barunya, saya sebel dikomentarin.
Sebagai ibu muda yang emang belum belajar banyak tentang parenting yang baik, saya ga mau tau.

Karena... orang yang komentar masih single.

Dalam hati, saya malah balik nyinyir.

"Eh kamu ya, nikah aja belom. Gatau rasanya jadi ibu. Gatau rasanya jadi stay at home mom, yang ga punya pembantu. Berharap si bocah anteng sebentar biar ibunya bisa masak ala kadarnya, sekedar makan setelah lemes disedot Asinya sama bocah, sekedar mandi, sekedar rehat nonton tv. Kalau ga ada pengalihan gini. Mana bisa emaknya ngerjain yang lain."
😒😒😒

Fix... Saya membela diri.

Lalu...

Waktupun berlalu...

Rei makin kecanduan nonton kartun di TV. Favoritnya dulu adalah Marsha and the bear.
Yang jelas-jelas ngobrolnya pakai bahasa rusia. 😩😩

Setiap saya ngerjain sesuatu, dia maunya nonton TV.

Kalau enggak di setelin TV, anak ini mengamuk dan tantrum.

Pikir saya "Ah gapapa lah. Yang penting anteng. Bisa di sambi ngerjain urusan rumah tangga."

Makin lama....
Anak ini beneran anteng banget kalau di depan tv. Dia bisa ketawa-ketawa sendiri tiap si marsha jahil. Atau tiap si Bear jatuh guling-guling dikerjain marsha.

Kalau acara marsha nya bubar, dia akan nangis mengamuk.

Kalau g lagi nonton tv, dia ngapain? Ya seperti lazimnya anak-anak, dia akan pecicilan kesana kemari mainan apa aja.

Memasuki usia setahun dimana seharusnya anak sudah mulai mengucap beberapa kata dengan jelas, anak saya masih mengoceh pakai bahasa bayi. Mana kalau ngamuk minta apa sukanya tantrum dengan aksi mukulin kepala atau berguling-guling di lantai. Setiap dipanggil namanya, dia cuek-cuek aja.

Sampai di sini... Saya dan suami mulai kewalahan, tapi masih menganggap wajar. Baru setahun ini. Di amati dulu lah. Begitu pemikiran saya.

Secara motorik memang ga ada keterlambatan dalam diri anak saya. Hanya beberapa hal yang saya pikir (lagi-lagi menurut saya) WAJAR.

Apakah itu?

1. Anak saya dari bayi suka kagetan. Kalau ada suara keras seperti klakson mobil atau orang teriak dia akan bangun sambil menangis. Mitosnya, kalau orang jawa "Dulu pas baru lahir gak di gebrak ya?" 😓 😓

2. Ketika sudah bisa jalan, dia suka sekali tiba-tiba jalan jinjit. Seperti tidak mau kalau kakinya kotor. Dia juga ga suka tidur di selimutin (padahal pakai AC). Dia ga mau menginjak karpet atau keset bulu-bulu.

3. Setiap habis mandi lalu disisir rambutnya dengan sisir berbentuk sikat, anak ini selalu terlihat tidak nyaman. Pernah bahkan sampai menangis.

Memasuki usia 2 tahun anak saya masih juga belum bisa bicara. Jangan tanya seberapa dongkolnya saya tiap dapat pertanyaan dari para kerabat "Kog belom bisa ngomong sih?" atau ketika rei ngoceh "Haduuuuh cah ganteng, kamu ngomong apa kog kayak bahasa alien."

(Emangnya udah pernah ketemu alien?)
😌

Sampai akhirnya demi memuaskan para pemberi kritik, saya bawa Rei ke sebuah klinik tumbuh kembang.

Hasil konsultasi pertama saat itu bikin saya seketika gak sreg.

Kenapa?

Hla masa tiba-tiba dibilang anak saya 'speech delay mengarah ke Autis'.

HAH... APAAA....!!!

Segampang itukah menyatakan seorang anak itu Autis?

"Hallooo... Gini-gini saya pernah dapat perkuliahan dengan materi Autisme ya. Seingat saya tes untuk diagnosa autis itu buwaaanyaaak. Gak cuman di tes denver doang. Lalu masa karena anak saya cueknya setengah mati, asyik dengan mainannya lalu bisa dibilang autis. Gitu?
No no no... "

Lagi.... Emosi dan ego "ibu muda" saya bergejolak.

Saya gak terima. Titik.

Seketika itu saya males membawa anak saya ke klinik tumbuh kembang lagi.

Tapi dengan berbagai desakan, dan hasil perenungan saya sebagai seorang ibu yang memang merasakan ada yang salah dengan tumbuh kembang anak, akhirnya saya googling lagi. Mencari second opinion. Mencari pengalaman ibu-ibu lain dengan anak yang belum bisa bicara sama sekali di usia 2 tahun. Mencari apapun yang bisa saya ketahui dengan keyword "autisme", "speech delay", "keterlambatan bicara" dan lain lain.

Akhirnya saya menemukan klinik yang ga terlalu jauh dari rumah, bisa dijangkau sendiri naik motor. Saya pun mendiskusikan lagi dengan suami.

Apa katanya?

"Yang bilang anak kita autis itu siapa? Gak usah di dengerin kenapa sih? Orang anaknya baik-baik aja. Nanti kalau udah waktunya pasti juga bisa ngomong."

Hyaaak... des... Suami saya pun sama ngeyelnya dengan saya dulu.

"Tapi mas, kan ga ada salahnya juga cek lagi. Daripada aku kepikiran. Nanti, apapun hasil tesnya seenggaknya kita tahu apa yang harus dilakuin. "

Ribut lah kami malam itu.

Akhirnya apa?

Saya bawa Rei konsultasi lagi. Naik motor sendiri sambil gendong bocah pakai babycarier.

Luaaaar biasaaa kan.

Ayahnya cuman saya watsap, "aku ke klinik udah janjian mau observasi Rei."

Selama kurang lebih satu jam penuh observasi dilakukan oleh terapis di klinik tsb.

Saya juga diharuskan mengisi form tanya jawab seputar riwayat kesehatan kehamilan dan riwayat kesehatan anak sejak dia lahir. Masih dilanjutkan dengan wawancara.

Selama observasi, saya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan. Dari luar terdengar suara Rei yang menangis meraung-raung. Entah diapain itu bocah di dalam. Mau ngintip pun rasanya gak tega.

Ya Allah... kenapa lagi itu anak. Saya terus meneguhkan hati kalau keputusan yang saya ambil ini tepat.

Hasil dari observasi hari itu adalah anak saya benar-benar "Speech delay" alias Terlambat Bicara.

😭😭

Mau nangis aja rasanya. Merasa bersalah sama diri sendiri.

"Anak baru satu aja kog ga bisa ngurusnya sih?"

"Kenapa juga dulu ngasih anak TV !"

"Kenapa dulu gak dengerin peringatan temen?"

"Kenapa? Kenapa?"

"Semua salahmu..."

Bermacam-macam perdebatan dalam hati.

Tapi mau gimana lagi lah. Nasi sudah jadi bubur. Kalau punya mesin waktu, mungkin saya sudah balik ke masa dia masih bayi. Saya ga akan ngulangin kesalahan macam ini lagi.
😭😭😭

Hei nak.. Maafin ibumu..

Semua ini salahku... 😭😭😭😭

***

Pertanyaan saya ke terapis saat itu adalah "apakah speech delay itu berarti anak autis?"

"Oh enggak bu. Salah satu gejala anak autis memang telat berbicara. Tapi tidak semua anak yang telat berbicara dikatakan autis. Untuk anak ibu, dia telat bicara lebih dikarenakan kurangnya fokus dan cenderung hiperaktif. Dia perlu diberikan kegiatan-kegiatan tertentu yang merangsang pusat sensorinya agar dia fokus dan informasi bisa masuk. Itulah nanti yang kita namakan terapy sensory integrasi. Selama ini kan anak cenderung suka nonton tv. Indranya asyik menikmati gambar di tv, padahal secara sensori dia belum bisa menangkap gambar yang bergerak cepat seperti tayangan TV.
Jadi nantinya kita berikan terapi untuk membuka pusat sensori di otaknya. Selama anak belum bisa menerima informasi yang masuk dengan benar, darimana dia bisa merespon dengan benar juga. Ibaratnya kita mau masuk ruangan yang dikunci, ya kita cari dulu kan kuncinya yang pas, biar kita bisa masuk lalu keluar lagi."

Untuk kasus anak ibu, kalau dilihat dari usianya yang baru 2 tahun masih termasuk Golden Age. Kita akan berikan terapi untuk mengejar ketinggalannya. Beda dengan kasus dimana anak baru dibawa kemari setelah usianya lewat dari 5 tahun. Biasanya saya marahin itu orang tuanya "Kog baru dibawa sekarang sih pak buk?!".

Anak-anak speech delay yang cenderung lebih cepat ditangani akan lebih nampak hasilnya dibandingkan yang sudah lewat golden age. Kalau sudah lewat 3 tahun saja, penderita speech delay biasanya akan dilakukan tes untuk mendeteksi adakah gejala-gejala autisme lain yang menyertai.

Alhamdulillah... dapat penjelasan yang bagi saya masuk akal dan melegakan. Bukan sekedar "hai buk, anakmu autis".

Menurut sang terapis, penyebab speech delay itu bermacam-macam. Jadi nantinya penanganannya disesuaikan dengan penyebabnya.

Dari nomer 1-3 yang saya sebutkan di atas ternyata erat kaitannya dengan proses sensori di otak anak. Itulah kenapa kelainan proses sensori bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami keterlambatan bicara.

Jadi siapa yang bilang jadi ibu dan mengasuh anak itu mudah?

Menjadi seorang ibu itu bagi saya berarti harus belajar lagi. Lebih legowo dengan kritik dan masukan. Kalau memang tidak paham ilmunya, gak akan ada salahnya belajar lagi. Ya meskipun ga semua teori seputar parenting bisa di tiru dan dilakukan.

Untuk para orang tua dimanapun kalian berada, semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan pelajaran.

Hikmah dari memiliki anak dengan speech delay adalah, saya menyadari bahwa:

"TV dan gadget itu sungguh tidak memberikan manfaat untuk balita terutama mereka yang usianya di bawah 2 tahun."
* oleh : Risca Widyasari Anisa


Bijaksanalah dalam memilih mainan atau apapun buat anak tersayang, karena yang bagus dan mahal belum tentu baik buat pertumbuhan dan perkembangannya. Sering-seringlah konsultasikan kepada orang yang berkompeten bila dirasa ada sesuatu yang aneh atau janggal, karena kealahan dan ketidak tahuan kita diawal dapat membahayakan masa depan buah hati kita tersayang...